Judul : "Baka To Test To Shoukanjuu"
Jumlah episode : 13
Status : Complete
Ditayangkan : 6 Januari 2010 - 31 Maret 2010
Produser : FUNimation EntertainmentL, Silver Link, Cospa
Genre : Comedy, Romance, School, Super Power
Duration : 23 menit per-episode
Rating : PG-13 . Remaja 13 tahun keatas
Fumizuki Academy memiliki sistem nilai yang unik, dimana setiap kelas bisa menyatakan perang terhadap kelas lain. Perang dilakukan dengan Exam Summoning Battle atau ESB, caranya para siswa masing-masing kelas memanggil (summon) makhluknya (summoned being) dan harus mengalahkan summoned being kelas lain, yang menang adalah yang berhasil mengalahkan ketua kelas lawan. Saat bertarung, poin dan kekuatan dari summoned being-lah yang menentukan kemenangan . Poin didapat dari hasil tes dan ulangan mata pelajaran di sekolah.
Summoning hanya bisa dilakukan atas izin guru, misalnya yang memberi izin adalah guru matematika, maka poin yang digunakan untuk battle adalah poin yang didapat dari nilai pelajaran matematika. Siswa bisa menambah poinnya dengan mengambil tes tambahan, dalam tes tambahan, siswa bisa mengerjakan soal sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan poin, tapi kalau mengambil tes tambahan, juga akan mengurangi kekuatan dan kemungkinan menang dari summoned being walau poin akan semakin besar. Kelas yang menang dalam ESB, bisa meminta bertukar fasilitas dengan kelas yang kalah.
Plot
Tahun ajaran baru dimulai, para siswa kelas 2 SMA Fumizuki Academy menjalani tes pengelompokkan kelas, siswa dengan nilai tinggi akan masuk kelas A, lalu dibawahnya masuk kelas B, dan seterusnya sampai kelas F. Yang menarik adalah, setiap kelas memiliki fasilitas yang berbeda, ruang kelas A yang luxury, nyaman, dilengkapi sofa, bar, layar, laptop dan semua fasilitas yang setara dengan hotel bintang 5. Sebaliknya, ruang kelas F gembel, reyot, gak keurus, dan mengenaskan. Akihisa Yoshii, tokoh utama di anime ini, menjalani tes pengelompokkan kelasnya, tiba-tiba Himeji Mizuki yang duduk disebelahnya jatuh pingsan.
Saat menerima hasil tesnya, ternyata Akihisa masuk kelas F. Di kelas F, dia bertemu lagi dengan teman-temannya dulu, seperti Yuuji Sakamoto, Minami Shimada, Tsuchiya Kouta, dan Hideyoshi Kinoshita. Dan ternyata, Himeji juga masuk kelas F, karena dia pingsan dan tidak mengerjakan tes, dia dapet nol dan akhirnya terjebak di kelas F bersama yang lain.
Akihisa merasa kasian sama Himeji, karena tidak seharusnya Himeji masuk kelas yang gembel ini, dia anak yang pintar dan kepintarannya disebut-sebut setara dengan anak kelas A, tapi hanya karena dia sakit dan pingsan saat ujian masuk kelas, dia jadi dapet nol. Maka kelas F sepakat menantang kelas E dalam ESB. Bodohnya adalah, poin yang dipakai saat ESB adalah poin yang didapat dari nilai tes terakhir, dan tes terakhir mereka adalah tes masuk kelas yang udah jelas-jelas kelas dibagi berdasarkan urutan nilai, dengan kata lain, kelas E udah jelas menang diatas kertas. Bisakah kelas F menenangkan ESB ini dan mendapatkan fasilitas yang lebih baik?
Karakter
Akihisa Yoshii
Akihisa adalah anak yang bodoh, dan kebodohannya selalu membawanya kedalam masalah dengan ulah-ulahnya, bahkan dari kelas satu. Dia pun digelari sebagai Inspektur Hukuman oleh guru killer yang dijuluki Ironman. Inspektur Hukuman adalah sebuah gelar yang diberikan kepada orang yang spesial, yang selalu dihukum dan selalu bikin ulah, tugas Inspektur Hukuman adalah membantu para guru alias jadi OB yang gak digaji. Perannya sebagai Inspektur Hukuman ternyata membuat Akihisa memiliki Summoned Being yang spesial, memiliki kecepatan tinggi dan pemiliknya bisa merasakan kesakitan Summoned Beingnya. Walau bodoh, Akihisa ini baik hati, itu yang bikin dia disukai cewek-cewek termasuk Himeji dan Minami.
Yuuji Sakamoto
Yuuji adalah ketua kelas F, dia temen deketnya Akihisa. Walau nilainya rendah, tapi dia pintar menyusun strategi, dia memang ahli strategi kelas F dan cocok jadi ketua kelas. Yuuji tipikal orang yang tenang dan bisa berpikir jernih, tapi sering ribut sama Akihisa dan bikin ulah, makanya dia juga sering dihukum oleh Ironman. Yuuji memiliki keinginan mengalahkan kelas A dan membuktikan bahwa nilai bukan segalanya di dunia ini.
Minami Shimada
Minami dibesarkan di Jerman, dan dia baru pindah ke Jepang pas masuk SMA, jadi dia masuk kelas F karena gak bisa baca soal kanji. Meski begitu, sebenernya dia pintar, spesialisasinya adalah matematika, karena gak ada kanjinya. Kemampuan matematikanya setara dengan anak kelas B. Walau keliatannya dia tomboy, jago gulat, dan sering menyiksa Akihisa, tapi dia menyimpan rasa sama Akihisa.
Himeji Mizuki
Himeji adalah cewek yang baik, ramah, polos, dan pintar. Kepintarannya setara dengan anak kelas A, dia masuk kelas F gara-gara sakit dan pingsan saat ujian masuk, jadi dapet nol. Himeji merupakan senjata utama kelas F di ESB. Himeji juga suka sama Akihisa. Untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk Himeji, itulah motivasi terbesar Akihisa untuk memenangkan ESB.
Hideyoshi Kinoshita
Hideyoshi adalah cowok cantik dan manis yang lebih mirip kayak cewek. Karena wajahnya yang kayak cewek itulah kadang dia sering disangka cewek dan diperlakukan kayak cewek sama orang-orang di sekitarnya, bahkan banyak cowok yang suka sama dia. Himeji dan Minami aja merasa tersaingi sama Hideyoshi soal mendapatkan Akihisa (cemburu kok sama cowok). Walau nilai akademisnya jelek, dia memiliki bakat dalam drama dan ikut club drama. Dia memang seorang aktor yang hebat, kemampuannya menirukan suara perempuan dan wajahnya yang mirip perempuan juga membuatnya sering dapet peran sebagai perempuan, meski begitu, dia normal dan tidak mau diperlakukan kayak cewek (walau keliatan sudah sangat terbiasa).
Tsuchiya Kouta
Biasa dipanggil Mutsurini (Voyeur atau tukang intip), dia adalah mata-mata ulung, bisa bersembunyi dan bergerak seperti ninja, fotografer handal, dan juga mesum. Dia juga memiliki banyak peralatan mata-mata seperti kamera pengintai, alat perekam, dan kamera inframerah (gila). Dia sering memotret gadis-gadis dan menjual foto mereka melalui transaksi gelap di sekolah, pelanggan setianya adalah Akihisa yang sering membeli foto-foto Hideyoshi dari jepretan Tsuchiya. Tsuchiya payah di pelajaran lain tapi sangat mahir di olahraga.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar